o Kembali ke IA-SMANDEL      
Profile Alumni SMA Negeri 8 - Jakarta

Dalam Profile Alumni ini dapat kita lihat profile umum rekan-rekan alumni untuk saling mengingat dan mengenal satu sama lain. Diharapkan komunikasi antar alumni akan terjalin dgn lebih baik lagi. Bagi yg ingin menampilkan profilenya disini, mohon kirim data & foto ke smandel@ia-smandel.com.

Albertine Minderop '69 Dwi Pramono '79 Tardjono '83 Adhyta Devanty '83
Marissa Haque '81 Bambang Winarso '85 Eny Anggraini Buchary '85 Raditya Padmawangsa '85
Akmal Nasery Basral '86 Ferry Ferdhany '87 Nugie '90 Ruly Achdiat '91
Mohammad David '91 Pamela Cardinale '92 Iko Pramudiono '92 Uya Kuya '93
Nicholas Saputra '02 Ivan Ahda '03 Faiza Dyota Priyanti '03 Rahmat Nichol Fauzen '03

Albertine Minderop '69

Alumni Smandel yg satu ini nama lengkapnya ALBERTINE MINDEROP biasa dipanggil Tine merupakan lulusan angkatan 1969 yang waktu itu masih berlokasi di SMP 3 Manggarai. Ia mempunyai adik yang bernama Juliana Minderop alumni Smandel angkatan ’71. Tine memiliki tiga anak dimana dua diantaranya juga alumni Smandel, yaitu Pamela Cardinale angkatan ’92 dan Percy Carbella angkatan ’93 serta menantu Fitri Oktaviana angkatan ’93. Kenangan yang paling indah waktu di Smandel ketika duduk kelas 2 sewaktu mengikuti studi tour ke Bandung. Acara itu gabungan dari anak-anak Paspal dan Sosial.

Satu tahun setelah lulus, Tine yang lahir tanggal 29 November menikah tanggal 8 Maret 1970 dengan Soedjatmiko yang sudah menunggunya sejak ia berusia 14 tahun. Dari perkawinan ini Tine memperoleh 3 (tiga) anak: Ponti Caroline (1971), Pamela Cardinale (1974) dan Percy Carbella (1975). Setelah memiliki anak dan merasa ada waktu lowong, Tine meneruskan kuliah di Fakultas Sastra, Jurusan Inggris, UKI, tamat tahun 1986 dilanjutkan kuliah di Studi Wilayah Amerika UI, tamat tahun 1988. Tahun 1991 Tine meneruskan kuliah di Jurusan Filsafat UI, tamat tahun 1997.

Sambil kuliah, Tine meniti karir sebagai dosen di beberapa Perguruan Tinggi Swasta, dan menjadi dosen tetap di Universitas Darma Persada (UNSADA) pada tahun 1989. Sejak tahun 1991 sampai sekarang Tine menduduki jabatan struktural Pembantu Dekan Bidang Administrasi dua periode, Ketua Jurusan Inggris dua Periode dan Dekan Fakultas Sastra sampai sekarang. Pada tahun 2003 Tine menjadi dosen luar biasa di Program Pasca Sarjana, Kajian Wilayah Amerika UI mengasuh mata kuliah Pemikiran Amerika. Semasa mahasiswa dan selama menjalani profesi sebagai dosen di Pasca UI, Tine pernah menjabat Head of Program pada Asosiasi Studi Amerika-Indonesia (ASAI), Vice President, dan dua periode sebagai President of ASAI. Sekarang Tine menjadi Bendahara pada American Studies Society of Indonesia (ASSI), Kajian Wilayah Amerika UI.

Tine memiliki lima orang cucu: Prudence Querida Humaira (anak Pamela), Myron Almer Antares dan Marvella Aubrey Altaira (anak-anak Ponti) serta Siva Keefe Safero dan Zara Corlissa Adelina (anak-anak Percy). Sekarang Tine berharap untuk mendapatkan setidaknya satu orang cucu lagi dari Pamela.

Harapan Tine di ulang tahun Smandel yang ke 50 adalah: ”Semoga Smandel senantiasa menjadi institusi pendidikan yang selalu membanggakan. Selama ini setiap Tine menyebut nama Smandel pasti direspon oleh siapapun pendengarnya dengan decak kagum”. SMANDEL YANG SELALU DIBANGGAKAN!

o Kembali ke atas

Dwi Pramono '79

Alumni Smandel yg guanteng ini nama lengkapnya DWI PRAMONO alias dMOno adalah lulusan angkatan 1979. Masuk di Smandel tanpa ikutan posma, berhubung banyak kakak kelas yg udah kenaaaallll banget, malah diajak nongkrong di bu Imron sambil makan "tempe mendoan". Tidak terlalu aktif di organisasi OSIS, di PUAPALA-pun hanya anggota biasa.... Alhamdulillah sering ikutan kegiatan2 spt Jambore, mendaki, ger-lan "rengasdengklok-jakarta", ikutan kursus dg "Extemas-bandung"...nggak tau masih ada nggak club ini..?

Banyak kenangan yg dilalui selama di SMANDEL... ikut kelas IPS kalo nggak ada pelajaran.... Cuma pengen ngajak ngobrol aja..... Study wisata ke Yogja....mutung di depan hotel "garuda" krn nggak kebagian kamar.......ke Dieng...wach...indahhhh. Sampai peristiwa penyerbuan ke SMANDEL di masa pemerintahan Orde Baru yg ingin membelenggu siswa-mahasiswa dgn program NKK/BKK-nya.

Aku numpang lahir di Cimahi 49th lalu, masuk sekolah mulai dr TK s/d PT di Jakarta. Kerjapun di Jakarta, suatu perusahaan swasta bergerak dibidang jasa konstruksi "PT. Truba Jurong Engineering" yg kebetulan memiliki beberapa anak perusahaan dan salah satunya PT. Truba Mandiri yg berlokasi di Pekanbaru, Riau....nahhh di sinilah aku bekerja sbg GM-nya... (gajah mada atau general manager - red).. pokoke paling berkuasa khan?

Berharap pada SMANDEL tetap menjada mutu dan kualitas pendidikan dan di usia50 ini menjadi awal yg baik bagi seluruh ALUMNI untuk menunjukkan peran-sartanya dlm membangun INDONESIA yg lebih baik-lebih baik-lebih baik LAGI.

o Kembali ke atas

Tardjono '83

Alumni Smandel yg keren ini nama lengkapnya TARDJONO adalah lulusan angkatan 1983. Sewaktu di Smandel sangat aktif dalam kegiatan belajar sehari-hari (karena jarang sekali bolosnya), aktif sebagai pemandu sorak (alias bagian teriak-teriak sampe serak) pada event classmeeting, rajin nemenin Ibu Perpustakaan yang lupa namanya, dan mempunyai kenangan yg sangat manis sewaktu mengikuti acara kumpul-kumpul di rumah Dina (kalo memorinya utuh).

Dilahirkan di Pemalang pada bulan September, melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) - tidak pake jurusan. Karir profesionalnya dimulai dgn bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung sebagai Auditor Pemerintah. Saat ini Jojo bekerja di tempat yang sama yg bergerak dibidang pengawasan keuangan dan pembangunan.

Dengan mencapai usia 50th, Jojo berharap agar smandel tetap menjaga citra sebagai sekolah yang berkualitas sangat baik namun sangat diharapkan memiliki kepedulian yang nyata untuk memberikan peluang kepada anak bangsa yang cerdas tapi tidak mampu secara ekonomi. Kasihan sekali, saat ini anak bangsa yang punya potensi tapi dari keluarga kurang mampu harus mengubur mimpinya untuk memperoleh kesempatan menikmati pendidikan di Smandel. Hati ini sangat pedih dan pilu (gaya bahasanya hasil didikan pak adam)..hiks..hiks..hisk.

o Kembali ke atas

Adhyta Devanty '83

Alumni Smandel ini nama lengkapnya ADHYTA DEVANTY adalah lulusan angkatan 1983. Sewaktu di Smandel tidak banyak kegiatan yang diikuti, karena rumahnya jauh di Depok ha ha ha candanya. Kasian yaa... tapi kalian khan tahu kalau pada saat itu transportasi ke/dari Depok sangat terbatas, hanya KRL dan bis (memang mau minta lapangan terbang - red).

Dilahirkan di Bandung pada 28 Juli, selepas lulus Smandel dia langsung terjun ke dunia kerja. Karir profesionalnya dimulai dgn bekerja di Unocal Geothermal Indonesia, sebagai Receptionist yg kemudian berkembang menjadi Sekretaris. Saat ini Devanty bekerja di Total E&P Indonésie yg bergerak dibidang minyak & gas bumi.

Dengan mencapai usia 50th, Devanty berharap agar IA-Smandel cepat terbentuk dan menjadi IA yang solid.

o Kembali ke atas

Marissa Haque '81

Siapa yg tidak kenal alumni Smandel yg satu ini? nama lengkapnya MARISSA HAQUE adalah lulusan angkatan 1981. Dikenal dgn panggilan Icha, dilahirkan di Balikpapan 15 Oktober. Kedua orang tuanya menikah di Surabaya. Mereka berdua bertemu ditempat kerja--perusahaan minyak Belanda yang bernama Shell-BPM. Ibunya dahulu adalah sekretaris senior yang menguasai empat bahasa asing. Akan tetapi setelah menikah, beliau dengan kesadaran penuh memilih menjadi seorang ibu rumah tangga murni. Hasilnya sekarang setelah keduanya tiada, buah dari perjuangan Ibu dan Ayahnya adalah; tiga anak wanita yang kesemuanya mandiri.

Etos kerja yang diwarisi membuat Icha dan dua adik kandungnya Soraya dan Shahnaz, selalu merasa bangga menjadi diri sendiri. Icha sekarang menjadi seorang Sutradara, Produser, Editor, dan Penulis Skenario Film. Sementara kedua adiknya menjadi dirinya sendiri sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing; Soraya Haque adalah Produser dan presenter acara Ibu Bayi dan Balita (mendapatkan award dari Hellen Keller Fondation) untuk kegiatan pemberantasan penyakit buta dan kekuranagn Vitamin A pada masyarakat miskin, sementara Shahnaz Haque menjadi Duta ILO (International Labor Organization) dan aktivis lingkungan hidup.

Icha kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta. Sempat menjadi asisten Pengacara selama setahun sebelum pada akhirnya memutuskan menjadi seorang pekerja seni total. Bilamana belakangan diapun tertarik kepada dunia Politik, dia merasa bahwa ada jalan Tuhan yang mengantarkannya pada sebuah dunia yang sama sekali berbeda ini. Ada amanah yang harus dikerjakan, ada pembelaan yang harus dilakukan untuk masyarakat kecil, serta beribu-ribu tugas-tugas kemasyarakatan lainnya.

Icha menikah dengan Ikang Fawzi, seorang penyanyi rock kondang Indonesia. Memilliki dua orang anak gadis yang bernama; Isabella Muliawati Fawzi (28 January 1988) dan Marsha Chikita Fawzi (28 January 1989).

"Kami berempat seakan seperti empat sekawan yg berusaha selalu kompak dan sehati. Kami bertekad menjalankan kehidupan yang demokratis, terarah, santun serta Islami. Pembicaraan dimeja makan menjadi sebuah pertemuan yang kami rindukan. Karena kami menganggap bahwa dialog yang santun dan cerdas harus dimulai dengan latihan-latihan kecil yang biasa dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya dirumah, khususnya dimeja makan"

Sumber: www.marissahaque.net

o Kembali ke atas

Bambang Winarso '85

Alumni Smandel ini nama lengkapnya BAMBANG WINARSO lulusan angkatan 1985, dilahirkan di Jakarta pada 26 Februari. Sewaktu di Smandel aktif di seksi Upacara dan OSIS. Sempat menjabat Wakil Ketua Sie Upacara Periode XVIII dan Ketua OSIS Periode XIX. Banyak kenangan indah di Smandel ketika menyelenggarakan Malam Kesenian, Malam Wisuda, Parade Karya, LDK, camping, dll. Bekerja sama dgn Vivi Yulaswati (Bapennas) mempelopori berdirinya Pramuka di Smandel.

Selepas Smandel, melanjutkan pendidikan tinggi di IPB Bogor mengambil jurusan Mekanisasi Pertanian dgn program studi System & Analysis. Membangun karir dgn bekerja di Astra International sbg staf komputer (IT), dan terakhir menjabat Senior Manager utk Corporate IT. Kemudian jadi TKI professional selama 6 th dgn bekerja di PwC Singapore dan IBM Singapore sebagai Principal Consultant, sempat kembali ke Indonesia untuk 2 th dgn bekerja di IBM. Sejak 2007 Bambang bermukim di Kuala Lumpur bekerja di IBM Malaysia sbg Managing Consultant untuk sektor industrial. Pernah bertugas di Taiwan & China selama 2,5 th dan sempat merasakan beberapa kali gempa & angin topan yg dahsyat. Juga nyaris nyangkut di Bangkok, ketika militer melakukan kudeta atas PM Thaksin Sinawatra.

Telah menikah dan dikaruniai 3 anak, Bambang bersama sang istri, Turisina Ramli, saat ini mencoba memberikan kontribusi dgn menyelenggaraan pendidikan dasar yg berkualitas dgn biaya yg terjangkau. Saat ini telah mendirikan pre-school "Indonesia Montessori" selain untuk anak-anak juga memberikan certified Montessori method pada para guru / calon guru dan orang tua murid, serta mulai merintis sekolah dasar "Indonesia Achievers" dgn kurikulum Cambridge & nasional plus. Keduanya berlokasi di Tebet Barat. Tujuan jangka panjangnya untuk memberikan pendidikan dasar yg berkualitas & relevan dgn kemajuan teknologi, sehingga anak murid akan siap menghadapi persaingan global melalui pencapaian akademis dgn standar internasional.

Setelah mencapai usia Smandel yg ke 50, Bambang berharap agar Smandel dapat terus melakukan perbaikan atas penyelenggaraan pendidikan yg berkualitas, agar lulusannya selalu menjadi yg terbaik dan relevan dgn kemajuan jaman. Dan para alumni bisa menggalang potensi utk ber-kontribusi pada bangsa & negara tercinta.

o Kembali ke atas

Eny Anggraini Buchary '85

Anak pertama dari tiga bersaudara ini numpang lahir di Baghdad, Iraq tanggal 22 Februari, sehubungan tugas ayahnya di DEPLU, nama lengkapnya ENY ANGGRAINI BUCHARY lulusan angkatan 1985. Kehidupan Eny dan keluarganya pun ibarat suku nomaden, berpindah-pindah ke berbagai negara. Kedua adik Eny juga alumni SMANDEL, yakni Ina Zarlina (SMANDEL’88, dokter anak di Jakarta) dan Ratna Apriyanti (SMANDEL’89, Legal Officer di Bank Mega, Jakarta).

Sewaktu di SMANDEL, Eny aktif di Seksi Sains dan Kepustakaan (Biologi), English Conversation Club, Kelompok Filateli, dan pernah ikut lomba cipta lagu Mars SMANDEL. Ada dua pengalaman paling mengesankan di SMANDEL: yakni ketika ada peristiwa gerhana matahari di tahun 1983, dimana seksi Sains waktu itu sibuk mempersiapkan trip observasi ke Tanjung Kodok, Jawa Timur, dan ketika ikut Lintas Pedesaan Puapala dari Pondok Rangon ke SMANDEL tahun 1984.

Lepas SMANDEL, Eny melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor, dan mengambil spesialisasi bidang manajemen sumberdaya perairan, di Fakultas Perikanan. Lulus dari IPB, Eny bergabung dengan PT Hatfindo Prima, perusahaan joint venture Indonesia-Canada di Bogor yang bergerak dalam bidang jasa konsultan lingkungan dan perikanan.

Setelah empat tahun berkarir di Hatfindo, Eny ‘gatal’ untuk pergi merantau. Setelah mendamparkan diri di pantai barat Canada di tahun 1995, tepatnya di kota Vancouver, Eny melanjutkan pendidikan S2 di Fisheries Centre of the University of British Columbia (FC-UBC). Masa kuliah S2 pun disambi dengan kerja paruh-waktu menjadi asisten dosen di FC-UBC dan menjadi asisten teknis di Hatfield Consultants, Ltd., kantor pusat dari PT Hatfindo Prima di West Vancouver, Canada.

Selepas S2 tahun 1999, Eny berkarir menjadi Research Scientist selama dua tahun di FC-UBC, menangani proyek penelitian perikanan dan konservasi laut di Hong Kong dan Iceland. Masih tidak bosan mencari ilmu, Eny pun melanjutkan ke program S3 di tahun 2001 di FC-UBC, dengan mengambil bidang spesialisasi ecosystem-based fisheries management dengan fokus riset di perairan Selat Bali dan Taman Nasional Komodo.

Sebagai Doctoral Candidate, Eny kini tengah sibuk merampungkan disertasinya. Kendati sudah 13 tahun menganggap Vancouver sebagai ‘rumah kedua’, Eny tidak menutup peluang untuk menjadi nomaden lagi, merantau ke negeri yang lain di kemudian hari.

Harapannya untuk SMANDEL di ultahnya yang ke-50 adalah agar SMANDEL tetap bisa mempertahankan dan terus memperbaiki lagi kualitas anak didiknya; tidak hanya dari segi akademis, tapi juga dari segi kemampuan berpikir secara kritis dan thinking outside the box – agar lulusannya bisa survive didalam persaingan global. Dan untuk alumninya, agar bisa terbentuk network yang kokoh yang memungkinkan kita untuk saling menggalang kemampuan.

o Kembali ke atas

Raditya Padmawangsa '85

Alumni Smandel ini nama lengkapnya RADITYA PADMAWANGSA lulusan angkatan 1985. Sewaktu di Smandel aktif dalam kegiatan OSIS seperti pengumpul perangko alias Filateli dan baris-berbaris dalam tim 'Srigala’ di bawah Seksi Upacara. Karena senang menyanyi, saya pun ikut menjadi anggota Paduan Suara Smandel, dan sempat dipercaya menjadi Ketua Paduan Suara di OSIS Periode XVIII. Karir puncak di OSIS adalah wakil ketua Seksi Sains & Perpustakaan OSIS Periode XIX. Disaat inilah saya dan teman2 memulai debut menyelenggarakan aneka kegiatan yang berbau ilmiah, yang bukan hanya sekadar ikut lomba ‘cerdas’cermat’ di TVRI. Rintisan kegiatan yang dimulai adalah menata kembali fasilitas Perpustakaan, mengadakan kajian/diskusi imiah internal, menghadiri pertemuan KIR se Jakarta, dll.

Dilahirkan di JAKARTA pada 17 September, anak kedua dari empat bersaudara. Mengenyam pendidikan di FISIP UNAS, Pejaten jurusan Ilmu Politik. Karir profesionalnya dimulai sebagai anggota LSM di Jakarta yang bergerak di bidang pengembangan ilmu pengetahuan (penelitian dan penerbitan ilmiah), selepas lulus SMA sembari kuliah, selama hampir 8 tahun. Kemudian memutuskan pindah kuadran menjadi ‘employee’ di perusahaan swasta di bilangan Pondok Pinang, Jakarta pada sebuah perusahaan entertainment, pabrik elektronika (Aiwa), boneka (Mattel), kertas rokok (BMJ, Karawang), minuman kesehatan (Yakult) dan saat ini masih aktif di perusahaan yang jualan computer dan IT Services (Fujitsu).

Pengalaman berorganisasi selama ini pernah menjadi ketua panitia Reuni Akbar 30 tahun Smandel tahun 1988 di Departemen Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta, selain aktif mengurus komunitas hobi/profesi. Kini punya dua anak: perempuan (2 SMP) dan lelaki (3 SD), dengan seorang istri, Ria Catur, yg juga alumni Smandel '85.

Dengan mencapai usia 50th, Raditya berharap agar Smandel dapat mempertahankan reputasi baiknya selama ini di bidang pendidikan dan mencetak manusia Indonesia yang unggul agar jadi pemimpin negeri yang baik. Sedangkan kepada para alumninya saya berharap kita dapat terus menjalin komunikasi dan membina silaturahmi yang telah dirintis selama ini serta dapat mewujudkan komunitas alumni Smandel yang kuat, tangguh dan solid serta peduli.

o Kembali ke atas

Akmal Nasery Basral '86

Alumni Smandel yg satu ini nama lengkapnya AKMAL NASERY BASRAL adalah lulusan angkatan 1986. Dia adalah wartawan dan sastrawan Indonesia. Kumpulan cerpen pertamanya Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) yang terdiri dari 13 cerpen termasuk long-list Khatulistiwa Literary Award 2007. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia. Saat ini tinggal di Cibubur, Bekasi, bersama istri, Sylvia, dan ketiga putri mereka, Jihan, Aurora, Ayla.

Sebagai wartawan ia pernah bekerja untuk majalah berita mingguan Gatra (1994-1998), Gamma (1999), sebelum bekerja di majalah Tempo (2004-sekarang). Ia juga pendiri dan pemimpin redaksi majalah tren digital @-ha (2000-2001), serta MTV Trax (2002) yang kini menjadi Trax. Sebagai sastrawan ia termasuk terlambat menerbitkan karya. Baru pada usia 37 tahun, novel pertamanya Imperia (2005) terbit, dilanjutkan dengan Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006), serta Naga Bonar (Jadi) 2 (2007), novel dari film box-office berjudul sama yang disutradarai aktor kawakan Deddy Mizwar.

Di luar minatnya pada bidang jurnalistik dan sastra, Akmal Nasery Basral juga dikenal sebagai pengamat musik dan film Indonesia. Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia, bersama Bens Leo mewakili kalangan jurnalis. Pada pergelaran AMI ke-10 (2006), Akmal ditunjuk sebagai ketua Tim Kategorisasi yang memformat ulang seluruh kategorisasi penghargaan. Di bidang perfilman Akmal menjadi satu dari lima juri inti Festival Film Jakarta ke-2 (2007), bersama Alberthiene Endah, Ami Wahyu, Mayong Suryo Laksono, dan Yan Widjaya. Festival Film Jakarta adalah sebuah penghargaan yang sepenuhnya melibatkan wartawan film nasional sebagai pemilih awal.

Dalam meyambut ulang tahun yg ke 50, Akmal bersama Endang Mariani '84 memimpin pembuatan buku 50th Smandel. Kita tunggu karyanya, semoga menjadi batu loncatan untuk karya besar & penting lainnya.

Sumber: www.id.wikipedia.org

o Kembali ke atas

Ferry Ferdhany '87

Alumni Smandel ini nama lengkapnya FERRY FERDHANY '87 atau biasa dipanggil REPHY merupakan lulusan angkatan 1987. Sewaktu di Smandel sangat aktif dalam kegiatan PUAPALA & KEAMANAN, dan mempunyai kenangan yg sangat manis sewaktu mengikuti acara JAMBORE PUAPALA TAHUN 1996 CIPANCAR sebagai ketua Team Survey.

Dilahirkan di Jakarta pada tanggal 10 bulan February, melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, jurusan Manajemen. Karir profesionalnya dimulai sebagai Account Executive dan Supervisor di Astra Graphia, kemudian menjadi R&D Manager & Distribution Manager di Caladi Lima Sembilan (C-59), dan menjabat Direktur di Cipta Tritama Vision Advertising (Bandung).

Karir entrepreneur dimulai dgn membuka Warung Jajanan Si-Gobing (nasi goreng kambing), kemudian Sop Kaki Sapi Sultan (Bandung), lalu membangun bisnis baru yg masih aktif hingga saat ini seperti REP Indonesia (garment & merchandise), R&F Production (EO, adv, tower maintenance, bengkel, body repair), kemudian Cihanjung Valley (developer dan wisata), serta management consultant Amaroossa Casa hotel.

Menyambut usia ke 50 tahun Smandel, Rephy berharap agar: segera terbentuk Ikatan Alumni (IA) SMANDEL yg legitimate, yg akan menjadi wadah untuk mempersatukan, menampung aspirasi serta menjalin semangat kekeluargaan seluruh alumni Smandel dgn lebih baik lagi ke depan...amin.

o Kembali ke atas

Nugie '90

Agustinus Gusti Nugroho atau biasa dikenal dengan nama Nugie adalah lulusan Smandel angkatan 1990. Dilahirkan di Jakarta, 31 Agustus merupakan penyanyi yang juga adik kandung penyanyi Katon Bagaskara. Keinginan Nugie berkarier di dunia musik sempat mendapat tentangan dari sang ayah, A.R. Djuano. Ayahnya mengharapkan Nugie menyelesaikan kuliahnya. Meskipun akhirnya Nugie berhasil mendapatkan gelar sarjana dari FISIP UI, tak urung keasyikannya bermusik sempat membuat kuliahnya keteteran. Dengan dukungan sang kakak, Katon Bagaskara, Nugie terus bermusik. Katon mengizinkan Nugie menggunakan studionya. Dan sang kakak pun menjadi produser rekamannya.

Nugie merilis album trilogi pertamanya pada 1995, yaitu Bumi. Kemudian dilanjutkan dengan Air pada 1996, dan Udara (1998). Hit dalam album-album tersebut antara lain Tertipu, Putri, Teman Baik, Burung Gereja, Crayon, dan Pembuat Teh. Trilogi seri II dirilis pada 2004 dengan album bertajuk Bahagia. Single pertama dalam album ini adalah Bisa Lebih Bahagia.

Selain menyanyi solo, Nugie menjadi vokalis grup musik ALV, yang terdiri atas Joe (gitar), Alex Kuple (bas), Nito Septian (gitar), dan Gerry Herb (drum). Nugie dan teman-teman bandnya telah lama berkenalan sejak ia masih menjadi penyiar di radio Suara Kejayaan di Jakarta. Pada November 2001, album perdana bertitel ALV dirilis dengan mengandalkan lagu "Yang Tak Kasatmata". Album ini tidak begitu sukses di pasar, meski tidak gagal total. Akhirnya ALV mencoba lagi dengan merilis album kedua pada 2003 bertajuk Senyawa Hati. Salah satu single dalam album ini adalah Terancam Punah. Seperti judul single mereka di album kedua, akhirnya grup band ini memutuskan bubar pada 2 Juni 2002.

Nugie tak hanya menyanyi. Dia juga merambah seni peran dengan bermain di sinetron Dua Pelangi dan Mambo. Selain aktif di dunia hiburan, Nugie aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan. Hal itu tecermin dari lagu-lagu ciptaannya yang banyak bercerita tentang lingkungan dan makhluk hidup, seperti Burung Gereja dan Pembuat Teh. Atas partisipasinya, WWF dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengangkat Nugie menjadi salah satu duta mereka.

Setelah melajang cukup lama, Nugie akhirnya menambatkan hati pada Shinta Dewi. Mereka menikah pada 9 April 2005. Dari pernikahan tersebut, Nugie dikaruniai seorang putra, Arkazora Nugraha, yang lahir 11 Januari 2007.

Sumber: www.id.wikipedia.org

o Kembali ke atas

Ruly Achdiat '91

Alumni Smandel ini nama lengkapnya RULY ACHDIAT adalah lulusan angkatan 1991. Kelahiran Pare Pare Sulawesi Selatan 36 tahun yang lalu. Lulus dengan NEM tertinggi se-Kalimantan membuatnya bisa memilih Smandel sebagai sekolah dambaannya. Setelah masuk Smandel, ternyata anak-anak 8 bukan main pandai-pandai. Adalah salah satu pendorong untuk menyalurkan hobinya yang lain. Berorganisasi dan bermain musik. Terpilih sebagai Ketua OSIS SMA 8 Period XXV sambil menekuni musik dengan bermain keyboard selama di SMA 8. Salah satu kenangan paling berkesan adalah Malam Kesenian (Malkes). Acara yang sering menjadi barometer puncak acara seni SMA di Jakarta sudah 5 tahun lebih tidak bisa dilaksanakan oleh Smandel. Ruly menjabat Ketua Panitia Malkes untuk membuktikan bahwa anak-anak Smandel bisa berkreasi di luar jalur normal kurikuler. Tantangan utama yang dirasakan adalah mengumpulkan dana hingga saat terakhir pelaksanaan. Dan yang tak kalah menariknya adalah bagaimana meramu acara-acara yang berasal dari keluarga besar Smandel. Acara yang diadakan di Balai Sidang Senayan Jakarta (sekarang JHCC) berlangsung dengan sukses dan lancar. Tak kurang rasa salut Ruly ingin tujukan kepada seluruh Panitia, pendukung acara dengan dukungan dari keluarga besar Smandel.

Kesenangannya berorganisasi dilanjutkan di bangku kuliah. Diterima sebagai mahasiswa ikatan dinas Telkom pada STT Telkom, Ruly menjadi Ketua Senat Mahasiswa. Lulus dari STT Telkom membuatnya harus menjalani ikatan dinas di PT Telkom selama 10 tahun. Namun kemudian Ruly memutuskan mengundurkan diri dan meneruskan karirnya di dunia swasta. Sempat kerja di Bank Danamon kemudian Ruly berwirausaha dengan membuat sebuah perusahaan IT yang menjadi IBM Business Partner untuk industri banking dan telekomunikasi di ASEAN. Setelah 3 tahun berkecimpung menjadi entrepreneur, perusahaan tersebut akhirnya pecah kongsi. Ruly melepaskan mimpinya sementara dan bergabung dengan TIBCO Software Inc, salah satu kompetitor IBM di bidang IT untuk BPM dan SOA (Integrasi). Perusahaan berbasis di Palo Alto ini menempatkannya sebagai Senior Architect untuk Asia Pasific, saat ini sudah 3 tahun berdomisili di Singapura bersama Istri dan ketiga orang anaknya.

Di usia SMA 8 Jakarta yang ke-50 tahun ini, Ruly berharap bahwa teman-teman alumni SMA 8 Jakarta mempergunakan talentanya untuk merebut kesempatan yang luas berkiprah dalam tingkat nasional maupun internasional. Juga tentu bisa tumbuh entrepreneur-entrepreneur baru yang mengedepankan integritas dan kreatifitas dalam berusaha. Kesemuanya akan membantu cepatnya pemulihan bangsa ini sehingga bisa kembali sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

o Kembali ke atas

Mohammad David '91

Alumni Smandel lulusan 1991 ini nama lengkapnya MOHAMMAD DAVID, namun baik teman maupun guru memanggilnya Dape. Sewaktu di Smandel aktif dlm kegiatan Seksi Upacara, Basket, dan juga jadi Wakil Ketua III OSIS. Dape punya banyak banget kenangan manis waktu di Smandel, mulai dari Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Gerak Jalan, Upacara 17 Agustus, Porkesis (lomba antar kelas jaman dulu tuh), Malam Kesenian, sampai saat mewakili teman2 menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para guru dan staf sekolah di acara Malam Perpisahan.

Dilahirkan di Jakarta pada 15 Juli, dia melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik dan Manajemen Industri. Karir profesionalnya dimulai dgn bekerja di management consulting sebagai Project Officer yg kemudian meningkat menjadi Project Manager. Saat ini Dape bekerja sebagai Branch Manager di PT. Titis Sampurna yg bergerak dibidang Oil & Gas Services, Construction and Consulting. Pengalamannya bekerja pada lembaga internasional pada wilayah terkena dampak bencana memberinya beberapa nilai penting dalam memandang sisi-sisi kehidupan.

Dengan mencapai usia 50th, Dape berharap agar Smandel bisa menjadi pelopor media pendidikan formal yang menyajikan keseimbangan antara pengembangan IQ, EQ, dan SQ, karena dengan semakin berkembangnya dunia kerja dan persaingan global, ketiga unsur ini makin penting untuk dipupuk dan dikembangkan sejak dini karena saling menyempurnakan.

“Saya tidak meragukan IQ anak Smandel. Tapi perlu diingat, orang yang memiliki IQ tinggi (pintar akademik) namun tidak memiliki EQ tinggi (cerdas emosional) akan sulit bersosialisasi di dunia kerja maupun masyarakat. Dan orang yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi namun SQ (akhlak yang baik/kesadaran ketuhanan) akan menjadi sosok yang sangat membahayakan seperti yang kita lihat pada sosok pejabat dan wakil rakyat negara ini.”

o Kembali ke atas

Pamela Cardinale '92

Alumni Smandel ini nama lengkapnya PAMELA CARDINALE atau biasa dipanggil Pame’ semasa di SMA merupakan lulusan angkatan 1992. Sewaktu di Smandel sangat aktif dalam kegiatan MPK, dan mempunyai kenangan yg sangat manis sewaktu mengikuti acara jalan2 bareng temen sekelas 2A1-2 ke Anyer, Dufan, Bandung dan beberapa kali nonton pertandingan sepak bola sepulang sekolah.

Dilahirkan di Jakarta pada 11 Mei, dia melanjutkan pendidikan ke FMIPA UI DEPOK jurusan Matematika, dan sempat mengambil pendidikan setara D3 di Sheffield School of Interior Design. Karir profesionalnya dimulai dgn bekerja sambil menyelesaikan skripsi di PT Adini Prima Multimedia (perusahaan advertising) sebagai Account Executive, dan kemudian berkembang menjadi Equity Portfolio Manager di Dana Pensiun Pertamina dan sebagai Fixed Income Dealer di PT Danpac Sekuritas. Saat ini Pamela membuka bisnis milik sendiri bernama PAM Design atau PT. Pamels Art Multikreasi (www.pamdesign.co.id) yg bergerak dibidang Interior Design Consultant and Contractor. Selain itu Pamela juga mengajar Matematika di Universitas Darma Persada seminggu sekali. Ingin mengenal Pamela lebih jauh dapat mengintip di www.pam115.multiply.com

Dengan mencapai usia 50th, Pamela berharap agar Smandel terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya sehingga meluas menjadi contoh positif bagi pendidikan Indonesia umumnya. SMANDEL dapat terus menelurkan putra-putri berkualitas dan berakhlak bagi bangsa Indonesia... amin.

o Kembali ke atas

Iko Pramudiono '92

Alumni Smandel ini nama lengkapnya IKO PRAMUDIONO merupakan lulusan angkatan 1992. Sewaktu di Smandel sangat aktif dalam kegiatan OSIS dan Rohis, dan mempunyai kenangan yg sangat manis sewaktu mengikuti acara kelulusan / wisuda.

Dilahirkan di Banjarnegara pada 8 September 1973, melanjutkan pendidikan di The University of Tokyo jurusan Teknologi Informatika. Karir profesionalnya dimulai dgn bekerja di NTT Corporation sebagai research engineer. Saat ini Iko bekerja di PT Mitsui Indonesia yg bergerak dibidang perdagangan dan investasi.

Dengan mencapai usia 50th, Iko berharap agar Smandel bisa terus meningkatkan kualitas lulusannya dan dengan uang sekolah tetap terjangkau.

o Kembali ke atas

Uya Kuya '93

Ternyata bo' selebriti yg ngetop dgn panggilan Uya Kuya adalah alumni Smandel juga, nama lengkapnya adalah SURYA UTAMA lulusan angkatan 1993. Lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 April, dia adalah seorang penyanyi, presenter, pemain film, produser, pesulap, dan pengusaha dari Indonesia.

Uya mulai dikenal oleh publik sejak menjadi personil grup vokal Tofu. Sayangnya Uya memilih meninggalkan grupnya 28 Februari 2003 untuk berkarir solo. Album solo pertamanya adalah album soundtrack film Cinta 24 Karat. Selain menyanyi, laki-laki yang identik dengan kacamatanya ini juga menjadi produser dan pencipta lagu untuk album tersebut. Bahkan Uya juga berpartisipasi dalam film Cinta 24 Karat (2003). Penyuka warna biru dan hitam ini juga bermain di film Bad Wolf (2005) mendampingi aktor Sultan Djorghi, Baim, dan Indra Bekti.

Banyak sekali usaha yang dimiliki oleh Uya. Antara lain bisnis showroom mobil, beternak ikan Lou Han, usaha penangkaran kucing ras dan juga usaha pisang goreng Pontianak. Bahkan usaha pisang gorengnya yang diberi nama Mr. Banana telah mencapai 8 gerai. Anak ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Drs. Nararya Sutrasna dan Yuanita, SH ini tidak hanya pintar berbisnis. Namun juga pintar memainkan alat musik dan bermain sulap.

Uya menikah dengan model cantik Astrid Margaretha pada tanggal 17 Mei 2003. Pernikahan tersebut telah membuahkan seorang anak perempuan.

Berikut ini sepak terjangnya:
o Film: Cinta 24 Karat, Bad Wolf
o Presenter: Playboy Kabel, Ketok Pintu, Ngacir, Ekspresi Gaya Pelajar (EGP) SMU
o Album: Persembahan Cinta (album kompilasi milik Andi Bayou), Cinta 24 Karat, Playboy Insaf

Sumber: www.wikipedia.org

o Kembali ke atas

Nicholas Saputra '02

Siapa yg tidak kenal aktor keren ini? Nama lengkapnya NICHOLAS SAPUTRA, lulusan thn 2002. Lahir di Jakarta, 24 Februari, dia adalah seorang aktor Indonesia yang berdarah Jawa-Jerman. Namanya mulai dikenal setelah membintangi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) pada tahun 2002. Setelah itu, Sarjana Arsitektur Universitas Indonesia ini membintangi empat film, diantaranya Gie (2005), yang mengantarnya meraih Piala Citara sebagai pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2005. Film-film yang dibintanginya telah diputar di berbagai festival film internasional di Vancouver, Korea, Australia, India, Singapore, Hongkong, dan Slovakia.

Nicholas memulai karir sebagai seorang model pada sebuah peragaan busana karya Samuel Wattimena. Debut aktingnya terjadi melalui AADC. Nicholas yang sudah menyukai dunia seni peran sejak kecil, beberapa kali ikut casting film sebelum akhirnya diterima sebagai pemeran Rangga dalam AADC. Ia menempuh studi bidang Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Ia dinominasikan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia 2004 untuk perannya dalam dua film, masing-masing Biola Tak Berdawai dan Ada Apa Dengan Cinta?, namun kalah dari Tora Sudiro (Arisan!). Setahun kemudian, dalam Festival Film Indonesia 2005, ia kembali diunggulkan dalam dua film dalam kategori yang sama–untuk perannya sebagai Soe Hok Gie dalam Gie dan sebagai Joni dalam Janji Joni–dan berhasil merebut penghargaan tersebut untuk perannya sebagai Gie.

Berikut ini adalah karya-karyanya:
o 2002, Ada Apa dengan Cinta?, peran sbg Rangga
o 2003, Biola Tak Berdawai, peran sbg Bhisma
o 2003, Arisan!, peran sbg Cameo
o 2005, Janji Joni, peran sbg Joni
o 2005, Gie, peran sbg Soe Hok Gie
o 2007, 3 Hari untuk Selamanya, peran sbg Yusuf

Sumber: www.wikipedia.org dan lain-lain

o Kembali ke atas

Ivan Ahda '03

Alumni Smandel ini nama lengkapnya IVAN AHDA merupakan lulusan angkatan 2003. Sewaktu di Smandel sangat aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Saat kelas 1 SMA, mengikuti empat buah subsie (dahulu ekskul); Rohani Islam, Sains dan Perpustakaan, Koperasi Siswa dan Palang Merah Remaja. Kemudian saat kelas dua, terpilih menjadi Ketua OSIS, periode angkatan 37. Selama kelas dua, waktunya banyak dihabiskan untuk kegiatan organisasi, selain belajar tentunya. Tidak hanya itu, Ivan sempat mengikuti beberapa perlombaan, salah satunya adalah lomba debat politik se-Jawa dan Bali yang diadakan oleh FISIP UI dan memperoleh juara ketiga bersama dua orang seniornya. Saat acara lulusan/wisuda angkatan 2003, ivan memperoleh penghargaan sebagai seiswa berprestasi dalam bidang organisasi dan akademis.

Ketika masih di SMAN 8, ivan memiliki beberapa kenangan manis. Salah satunya saat kelas dua, saat Smandel terkena musibah banjir besar, saat itu rumahnya menjadi posko darurat untuk bantuan logistilk bagi para korban banjir (saat itu rumahnya dekat dengan Smandel), dan saat kelas 3, bersama dengan teman-temannya menginisiasi adanya bimbingan belajar gratis/pendidikan anak usia dini untuk anak-anak yang tinggal di wilayah Tongtek, yang masih berjalan hingga saat ini. Terahir, sebelum lulus, Ivan mempersembahkan acara buka puasa se-SMAN 8 yang pertama kali diadakan dan Ivan menjadi ketua.

Dilahirkan diJakarta hari Minggu, tanggal 28 April, melanjutkan pendidikan di Fakultas PSikologi Universitas Indonesia. Selama kuliah, sudah mulai bekerja part-time yang berhubungan dengan kapasitas kelimuan psikologi. Saat ini, ivan ingin membaktikan dirinya menjadi Guru di sebuah sekolah unggulan di bilangan Jakarta Timur untuk pelajaran Character Building, mata ajaran yang didesain sendiri dan satu-satunya di Jakarta. Aktivitas saat ini, memiliki lembaga training sendiri dalam pengembangan psikologi industri dan masih aktif dalam jejaring komunitas kepedulian sosial.

Dengan mencapai usia 50th, Ivan berharap SMANDEL bisa tetap mempertahankan status unggulannya, menciptakan murid-murid yang cerdas dan peka terhadap lingkungan, sehingga ke depannya, mereka semua bisa menjadi pemimpin bagi bangsa ini. Semoga ikatan kekeluargaan di SMANDEL akan terus terjaga. Bravo SMANDEL!!!

o Kembali ke atas

Faiza Dyota Priyanti '03

Dara mungil ini bernama lengkap FAIZA DYOTA PRIYANTI, lulusan thn 2003. Sewaktu di Smandel aktif dalam kegiatan Teknology & sound System (TekSound) di OSIS 2001-2002. Sempat menjabat Ketua Audio dan aktif menjalankan Radio Sekolah. Kenangan manis di Smandel antara lain ketika perpisahan kelas di Pulau Seribu, Anyer dan Puncak serta saat persiapan senam kreatifitas bersama Al-Bajrie (2003).

Dilahirkan di Jakarta pada 18 Oktober, anak ketiga dari tiga bersaudara (dan ketiganya merupakan alumni Smandel tercinta). Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Mesin. Saat ini baru memulai karirnya sebagai Mechanical Engineer di J.Ray McDermott, setelah sebelumnya ikut dengan dosen bekerja di Indo Fuji Energi sebagai HVAC Engineer. Selain menjadi employee, Faiza sedang menyiapkan diri bersama teman2nya berbisnis di bidang perikanan dan kuliner.

Dengan mencapai usia 50th, Faiza berharap agar Smandel dapat meningkatkan lagi kualitas pendidikan dan pengajaran di sekolah sehingga mencetak lulusan-lulusan yang bukan hanya pintar tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

o Kembali ke atas

Rahmat Nichol Fauzen '03

Alumni Smandel lulusan 2003 ini nama lengkapnya RAHMAT NICHOL FAUZEN. Sewaktu di Smandel aktif dalam kegiatan-kegiatan OSIS dan sepakbola. Saat kelas 1, gabung dalam sub seksi kesenian, divisi band. Mulai ikutan ekstrakurikuler sepakbola dan ikut bela 8 di beberapa turnamen bola. Karena hobi ini lebih disenangin, waktu buat sepakbola lebih banyak dibanding buat kesenian, akhirnya banyak yg salah kira saya anggota sub seksi olahraga. Puncak prestasi bersama tim sepakbola, yaitu Juara 1 turnamen antar SMU Mahakam Cup dan Bulungan Cup. Salah satunya karena prestasi ini, sekolah mulai lebih memperhatikan ekskul sepakbola. Aktif juga bantuin di kegiatan-kegiatan OSIS, seperti Balapan (Bazar amal 8), Sendal (kesenian 8), Scala (Sudah Dance basket pula), dsb. Sebagian besar jadi koordiantor seksi keamanan. Selain itu, sempat juga dipercaya jadi penanggung jawab kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka libur mid-semester, yg acaranya anehnya dinamain Nichol's Day (malu2in sebenernya, jadi korban tumbal angkatan).

Dilahirkan di JAKARTA pada 1 Mei, anak pertama dari dua bersaudara. Mengenyam pendidikan di Teknik Mesin ITB. Hingga tulisan ini dibuat masih dalam proses mencari pekerjaan.

Dengan mencapai usia 50th, Nichol berharap agar Smandel dapat terus menjadi SMU unggulan, yang memberi kesempatan bagi semua siswa tanpa memandang hal2 lain selain prestasinya sehingga nantinya mencetak manusia Indonesia yang unggul agar jadi pemimpin negeri yang baik. Untuk para alumni, harapan saya agar silaturahmi dan komunikasi serta rasa satu almamater terus terjalin dan dapat terwujud komunitas alumni smandel yg solid, peduli dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia yg lain.

o Kembali ke atas